Artikel

Hari Yang Tak Pernah Ku Sangka

Ku rebahkan badanku di kasurku dan melepaskan kepenatanku hari ini. Kegiatan sekolah hari ini benar-benar membuatku lelah. Tiba-tiba ponselku berdering, alangkah terkejutnya aku ternyata itu adalah pesan dari orang yang selama ini aku sukai, Irawan. “udah sampe di rumah apa belum?” tanyanya. Aku pun langsung menjawab. “udah.” jawabku dengan perasaan yang seakan-akan terbang di langit. Awalnya aku tidak pernah menyangka bahwa dia akan mengirimiku pesan seperti itu, karena yang ku tahu Irawan adalah cowok yang agak cuek.

Kemudian dia membalasnya dengan kata. “besok pagi kalau udah sampe di sekolah langsung aja masuk ke kelas ya!” ucapnya dengan disertai emoticon senyum. Aku pun langsung membalasnya. “iya, emang kenapa?” balasku dengan perasaan bingung. “mungkin dia hanya ingin meminjam buku, besok kan pelajaran bahasa inggris.” hanya pikiran itu yang terlintas di pikiranku. Tapi Irawan tak kunjung membalas pesanku. “mungkin dia sibuk.” tebakku. Kemudian aku meletakkan ponselku di atas meja dan aku pun langsung tidur siang untuk melepas rasa lelah.

Pagi hari. Aku bersiap berangkat sekolah dan setelah menyiapkan semua buku-buku pelajaran aku langsung ke luar rumah dan menunggu anggun menjemputku. Sekitar 15 menit kemudian anggun datang dan kami langsung berangkat. Sesampainya di sekolah aku langsung menuju ke kelasku karena aku teringat pesan yang diberikan Irawan kemarin siang. Dan di dalam kelas memang ada Irawan tapi dia tidak sendiri dia bersama kedua sahabatnya Yogas dan Lulut. “Ir, aku ke luar dulu ya laper nih!” ucap Yogas seraya pergi meninggalkan Irawan.
“aku juga!” ucap Lulut sambil mengikuti arah Yogas berjalan.

Dan hanya tinggal kami berdua di dalam kelas. Awalnya aku ingin bertanya ada apa tapi ku urungkan niatku untuk mengatakan hal itu dan kuputuskan untuk ke luar. Tetapi saat aku akan ke luar Irawan menarik tanganku seolah melarangku untuk ke luar. “kenapa?” tanyaku sambil memutar arah dan memandangnya.
“ada yang ingin ku katakan padamu.” ucapnya sambil memandangku. “apa?” tanyaku sambil menatapnya sayu.
“aku mencintaimu Tasya.” katanya sambil memegang kedua tanganku.

Sungguh terkejutnya aku mendengar perkataannya yang berkata bahwa dia mencintaiku. “kenapa diam?” ucapnya membuyarkan lamunanku. “ahh tidak, sebenarnya aku juga mencintaimu selama ini!” ucapku padanya yang masih menatapku. “sungguh, benarkah, kalau begitu apakah kamu mau menjadi pacarku?” katanya sambil menyerahkan sebuah bunga mawar merah.

“apa kau serius?” ucapku yang masih tak percaya dengan semua ini.
“iya aku serius, jika kamu menerimaku, maka ambilah bunga ini jika tidak kamu bisa meninggalkanku!” jelasnya padaku. “iya.” ucapku sambil mengambil bunga itu dari tangannya.
“makasih Tasya.” ucapnya sambil memelukku. Semenjak hari itu kami pun resmi berpacaran. Dan aku berharap semoga kita bisa saling mencintai selamanya

Cerpen Karangan: Natasyah Bella
Facebook: Tasyaa Bellaa